Antara PT 0 persen dan Hilal 0 derajat

Warganet Indonesia lagi rame tentang Presidential Treshold, jadi penasaran apa itu maknanya dan efeknya kenapa rame, langsung googling deh.

Presidential threshold atau Ambang batas parlemen adalah ambang batas perolehan suara minimal partai politik dalam pemilihan umum untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat. seperti dikutip dari editorindonesia.com

Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Jumat (21/7/2017) telah menetapkan presidential threshold sebesar 20-25 persen, setelah sebelumnya yang mendukung 0 persen telah walkout.

Weh jadi kepikiran masing-masing seperti penentuan awal puasa, menurut metode Hisab yang penting posisi hilal lebih 0 persen pun sudah masuk awal bulan, sedangkan yang ikut metode Rukyat wujud hilal minimal 2 derajat baru bisa dikatakan masuk awal bulan.

Bedanya PT 20 persen mungkin akan irit anggaran karena kemungkinan besar pilpres hanya 2 calon dan hanya satu putaran saja. Sedangkan yang ikut metode hilal lebih dari 2 derajat itu boros anggaran karena harus menyebar ahli teropong ke seluruh negeri

Ini dia hitung-hitungan anggarannya:

Pilpres tahu 2014 berlangsung 2 putaran, anggaran putaran 1 sebesar Rp4,01T sedangkan putaran ke 2 sebesar Rp3,92T, sumber:republika.co.id. Jadi PT 20 persen lebih irit anggaran karena kemungkinan hanya Rp4T

Nah untuk metode Rukyat, denger-denger dana untuk sidang Isbat saja sampai Rp9M, sumber: merdeka.com jadi lebih irit Metode Hisab yang 0 derajat, kemenag tinggal ngumumin aja tuh kapan mulai puasanya, jadi gak perlu sidang lagi.

0 comments on “Antara PT 0 persen dan Hilal 0 derajatAdd yours →

Komentarnya?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.