Gondrong, sunah atau dosa?

Tren rambut gondrong (panjang) untuk saat ini sudah mulai memudar, diganti dengan tren brewok atau jenggot. Mulai dari artis musik maupun artis bola, dan gak cuma dari muslim saja.

Kalau memanjangkan jenggot kan sudah jelas itu sunah, haditsnya takon dewek sama pak ustadz, haha

Nah, terus apa hukumnya memanjangkan rambut? apakah sunah atau mubah? atau malah berdosa ketika memanjangkan rambut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam panjangnya sampai menyentuh bahunya, sebagaimana dalam banyak hadits, seperti:

عَنِ الْبَرَّاءِ بْنِ عَازِبٍ يَقُوْلُ مَا رَأَيْتُ مِنْ ذِيْ لِمَّةٍ أَحْسَنَ مِنْهُ وَفِيْ رِوَايَةٍ كَانَ يَضْرِبُ شَعْرَهُ مَنْكِبَيْهِ

Dari Bara’ bin Azib, dia berkata, “Aku tidak pernah melihat rambut melampaui ujung telinga seorang pun yang lebih bagus dari (rambut) Rasulullah.” Dalam suatu riwayat lain, “Rambut Rasulullah sampai mengenai kedua bahunya.” (Hr. Muslim: 2337)

Jadi, Sunah atau mubah? yang jelas bukan dosa kan, karena Rasulullah juga memanjangkan rambut. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap Allah dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Qs. Al-Ahzab: 21)

Nah sampai disini sudah punya kesimpulan apa gak? hukumnya gondrong sunah atau mubah. Kalo nyong esih urung ngerti, yuk takon sama pak ustadz apa pak kyai.


0 comments on “Gondrong, sunah atau dosa?Add yours →

Komentarnya?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.