Tahdzir ala Muhammadiyah

Definisi Tahdzir

Tahdzir adalah: memperingatkan umat dari kesalahan individu atau kelompok dan membantah kesalahan tersebut; dalam rangka menasehati mereka dan mencegah agar umat tidak terjerumus ke dalam kesalahan serupa.

Dalil Disyari’atkannya Tahdzir

Banyak sekali dalil-dalil -baik dari al-Qur’an maupun sunnah- yang menunjukkan akan disyari’atkannya tahdzir, jika dilakukan sesuai dengan norma-norma yang digariskan syari’at.

Di antaranya adalah firman Allah ta’ala,

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. (QS. Ali-Imran: 104)

Diantara intern Muhammadiyah juga pernah ada ulamanya dianggap telah mulai menyimpang dari Muhammadiyah, maka para pemimpin Muhammadiyah langsung bersilaturahmi dan bertabayyun kepada ulama tersebut. Bukan malah mentahdzir rame-rame dan dishare ke segala penjuru medsos.

Muhammadiyah juga pernah mendapat “serangan” dari Ustadz yang berasal dari luar Muhammadiyah, maka salah satu DKM Muhammadiyah malah mengundang untuk mengisi kajian, bukan malah membubarkan kajian ustadz tersebut.

Jadi gak usah alergi terhadap tahdzir, dan juga jangan terlalu berreaksi yang berlebihan.

0 comments on “Tahdzir ala MuhammadiyahAdd yours →

Komentarnya?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.